Strategi Pembangunan Skuad: PP KBI Petakan Kekuatan Daerah Lewat Kejurnas Kickboxing 2025

JAKARTA, DETIKSPORT (initogel)— Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) menempatkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kickboxing 2025 bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai wadah strategis untuk memetakan kekuatan daerah dan mengidentifikasi talenta terbaik dari seluruh provinsi. Pemetaan ini krusial sebagai fondasi utama dalam menyusun skuad nasional yang akan dikirim ke turnamen internasional mendatang.

Kejurnas yang berlangsung [Simulasi: di Jakarta] ini dihadiri oleh ratusan atlet dari [Simulasi: 25] provinsi, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pembinaan olahraga bela diri ini.


I. Kejurnas sebagai Talent Identification Terpadu

 

Ketua Umum PP KBI, [Simulasi: Dr. Yudi Setiabudi], menegaskan bahwa Kejurnas 2025 adalah kunci untuk menjamin bahwa atlet yang masuk Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) adalah mereka yang benar-benar berprestasi dan memiliki potensi juara.

  • Pemetaan Spesifik: KBI memetakan kekuatan daerah berdasarkan disiplin dan kelas berat. Misalnya, apakah Jawa Barat unggul di Full Contact ataukah Sulawesi lebih dominan di Low Kick. Data ini akan digunakan untuk merancang program latihan yang efisien.

  • Meritokrasi Atlet: Hasil dari pemetaan Kejurnas ini akan digunakan sebagai dasar meritokrasi, memastikan atlet yang terpilih untuk Pelatnas adalah mereka yang terbukti unggul di tingkat nasional, bukan berdasarkan faktor non-teknis.

  • Target Internasional: Pemetaan kekuatan regional ini disiapkan untuk memenuhi target jangka panjang KBI, yaitu medali emas di SEA Games 2027 dan kompetisi level Asia.

“Kejurnas adalah etalase kekuatan kita. Kami ingin melihat basis kekuatan Kickboxing di Indonesia. Dengan memetakan potensi daerah, kita bisa membangun Timnas yang lebih terstruktur dan spesifik untuk bersaing dengan Vietnam dan Thailand,” ujar [Simulasi: Dr. Yudi Setiabudi].

II. Hasil Awal: Dominasi Jawa dan Timur Indonesia

 

Data awal Kejurnas 2025 menunjukkan adanya persaingan ketat, dengan beberapa provinsi mulai menunjukkan dominasi di kelas tertentu.

  • Dominasi Jawa: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur masih menjadi lumbung medali di kelas-kelas ringan dan menengah.

  • Potensi Baru: Namun, muncul kejutan dari wilayah timur seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur, yang mulai mendominasi di disiplin Low Kick dan K-1.

Hasil akhir Kejurnas ini akan segera diolah oleh tim Sport Science PP KBI untuk menentukan siapa saja atlet yang akan dipanggil untuk mengikuti seleksi akhir Pelatnas.