Jakarta, 27 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan hubungkan empat hotel Bundaran HI ke MRT melalui akses terintegrasi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas di pusat ibu kota.
Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan berbasis transportasi massal. Karena itu, integrasi akses pejalan kaki dinilai penting untuk mengurangi kepadatan di permukaan jalan.
Mengapa Pemprov DKI Hubungkan Empat Hotel Bundaran HI ke MRT
Rencana hubungkan empat hotel Bundaran HI ke MRT muncul dari kebutuhan nyata di lapangan. Kawasan Bundaran HI setiap hari dipadati pekerja, wisatawan, dan warga yang berpindah moda transportasi.
Selama ini, akses dari hotel menuju stasiun masih mengandalkan trotoar terbuka. Saat hujan deras atau panas terik, kondisi tersebut kurang ideal. Selain itu, kepadatan kendaraan meningkatkan potensi risiko bagi pejalan kaki.
Karena itu, koneksi langsung menjadi solusi yang lebih aman.
Dampak Keamanan Publik di Kawasan Bundaran HI
Ketika Pemprov DKI hubungkan empat hotel Bundaran HI ke MRT, manfaatnya tidak hanya dirasakan tamu hotel. Pejalan kaki umum juga akan terdampak positif.
Pertama, arus orang menjadi lebih tertata.
Kedua, titik konflik dengan kendaraan dapat dikurangi.
Ketiga, akses menjadi lebih ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Dengan sistem yang terintegrasi, pengawasan kawasan juga menjadi lebih mudah. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan di pusat kota.
Integrasi Transportasi dan Konsep TOD
Kebijakan hubungkan empat hotel Bundaran HI ke MRT sejalan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini mendorong warga beralih ke transportasi umum.
Semakin mudah akses menuju MRT, semakin besar peluang orang meninggalkan kendaraan pribadi. Dampaknya, kemacetan dan emisi dapat ditekan secara bertahap.
Selain itu, kawasan menjadi lebih hidup karena mobilitas orang berjalan kaki meningkat.
Aspek Hukum dan Standar Keselamatan
Pembangunan akses terintegrasi tetap harus mengikuti regulasi. Ada beberapa aspek penting yang wajib dipenuhi:
-
Izin pembangunan dan tata ruang
-
Standar keselamatan konstruksi
-
Sistem evakuasi darurat
-
Keamanan struktur bawah tanah
Karena proyek berada di kawasan strategis, pengawasan teknis akan menjadi prioritas. Pemerintah memastikan keselamatan publik tidak boleh dikompromikan.
Respons Warga terhadap Rencana Hubungkan Empat Hotel Bundaran HI ke MRT
Sejumlah pekerja di kawasan Bundaran HI menyambut baik rencana ini. Mereka berharap akses yang lebih langsung dapat mempersingkat waktu tempuh.
Selain itu, kenyamanan saat cuaca ekstrem menjadi alasan utama dukungan warga. Banyak yang menilai jalur terintegrasi akan membuat perjalanan terasa lebih tenang.
Menuju Pusat Kota yang Lebih Ramah Pejalan Kaki
Pada akhirnya, rencana hubungkan empat hotel Bundaran HI ke MRT bukan sekadar proyek infrastruktur. Kebijakan ini menyentuh aspek kemanusiaan dalam kehidupan kota.
Ketika akses aman dan tertata, orang dapat bergerak tanpa rasa khawatir. Kota pun menjadi ruang bersama yang lebih ramah.
Jika terealisasi sesuai standar hukum dan keselamatan, Bundaran HI berpotensi menjadi model integrasi transportasi modern di Indonesia.
